14 November, 2008

ARTI Biogas Solusi Sampah Rumah Tangga

India - Masalah sampah adalah masalah yang kita hadapi sehari-hari terutama sampah rumah tangga, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Pengolahan sampah telah banyak dilakukan diantara pembakaran, pengomposan, dan lain sebagainya. Pengomposan lazimnya dilakukan dengan mekanisme aerobic digester yaitu pengomposan dengan menggunakan bakteri yang berkontak langsung dengan udara bebas, misalnya dengan metode takakura.

ARTI Biogas Solusi Sampah Rumah Tangga
Kotak Takakura
Ada cara lain, yaitu dengan metode anaerobic digester yaitu pengomposan dengan bantuan bakteri yang tidak membutuhkan udara luar untuk hidup. Sebuah Institute di India, ARTI ( Appropriate Rural Technology Institute ) mengembangkan compact biogas digester dengan mengacu pada konsep anaerobic digester. 

ARTI Biogas Digester
ARTI Biogas Digester
Nyala Api Biogas
Nyala Api Biogas
Metode anaerobic digester lebih menguntungkan karena menghasilkan gas yang bermanfaat yaitu biogas (CH4) dengan nyala biru. Dr. Anand Karve (President of ARTI) yang menjadi penemu alat tersebut mendeskripsikan alatnya yang terdiri dari 2 drum plastik polyetilene berwarna gelap yang satu terlungkup dan yang satu terbuka ke atas. Sistem bekerja tanpa oksigen dengan mengurai bahan organik sebanyak 2 Kg ditambah air dalam 24 jam akan menghasilkan biogas.
ARTI Biogas Solusi Sampah Rumah Tangga
Skema ARTI Biogas
Kota-kota di India telah menerapkan alat tersebut untuk mengurangi sampah khususnya rumah tangga dan mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan gas LPG yang makin mahal, setidaknya hal tersebut perlu dicontoh oleh orang Indonesia karena alat tersebut sangat mudah dibuat dan menghasilkan biogas yang bermanfaat untuk lingkungan. Untuk detil lebih jelasnya dijelaskan dalam video ini.




5 komentar:

Antonius mengatakan...

jika bisa diterapkan di indonesia, ini merupakan solusi masalah sampah yg luar biasa. pertanyaan saya: bakteri anaerobik-nya jenis apa dan dapet di/dari mana?

Anonim mengatakan...

sungguh baik cara tersebut dengan kondisi lahan sempit diperkotaan, ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan.1. berlama sampah yang mulai dimasukan dan menghasilkan gas sampai tidak menghasilkan gas? 2. Bagaimana cara menguras biogas yang sudah tidak menghasilkan gas lagi, apa dlm kondisi masih beroperasi atau stop operasi dulu?

Anonim mengatakan...

Bapak yang terhormat mohon hubungi kami kami mau memesan alat dan juga teknologi bila perlu kami minta dilatoh menjalanakan sistim ini (justhinus hp. 081248461703 bravo

Yuyut Wahyudi mengatakan...

Blognya bagus tapi kelihatannya tampilan versi seluler belum dioptimasi

Tips sederhana mengatakan...

Indonesia juga memiliki potensi yg sama dalam hal ini, lebih dari itu banyak juga energi2 alternatif yg ditemukan anak bangsa ini, semoga pemerintah dapat segera memfasilitasi mereka.