19 Januari, 2013

Rocket Stove : Desain Tungku Kayu yang Efisien

Di daerah pedesaan sering kita temui tungku-tungku kayu yang masih memanfaatkan kayu bakar untuk memasak sehari-hari. Mudahnya mencari kayu bakar dan mahalnya harga bahan bakar minyak menjadi alasan warga pedesaan tetap menggunakan kayu untuk kebutuhan sehari-hari. Ironisnya penggunaan kayu bakar tidak diiringi penanaman kembali tanaman penghasil kayu bakar sehingga terjadi penggundulan hutan daerah sekitarnya. 

Rocket Stove
Rocket Stove
Negara Malawi salah satu contoh parahnya penggunaan kayu bakar yang mengakibatkan kerusakan hutan. Namun masalah tersebut akhirnya terpecahkan setelah Probec (Programme for Basic Energy and Conservation) yaitu organisasi NGO berasal dari negara Jerman memberikan solusi dengan mendesain tungku kayu bakar yang diberi nama Rocket Stove. Tungku tersebut dapat menghemat penggunaan kayu bakar sampai 90% daripada tungku tradisional sebelumnya. Desain ruang bakar yang mengutamakan pembakaran sempurnya salah satu kuncinya, aliran udara didesain mengalir dari bawah secara alami kemudian kayu bakar ditempatkan di atasnya sehingga pembakaran terjadi secara sempurnya tanpa kekurangan oksigen. Kemudian tidak kalah pentingnya penggunaan insulator yang dapat menahan panas kayu bakar dioptimalkan terfokus menuju ke atas.

Teknologi Rocket Stove
Teknologi Rocket Stove
Penggunaan Rocket Stove kemudian berkembang dari rumah tangga hingga industri kecil, salah satunya Perusahaan Lauderdale yang mengaplikasikan Rocket Stove untuk dapur kantin. Hasil nyata salah satunya adalah memasak lebih cepat dari sebelumnya dan penggunaan kayu bakar yang hanya 14 kg dari sebelumnya 170 kg untuk memasak sehari-hari. Diharapkan program ini dapat mengurangi penggunaan kayu bakar yang berlebihan dan mengurang masalah polusi ruangan diakibatkan dari tidak sempurnyanya pembarakan tungku tradisional.

Tidak ada komentar: