28 Januari, 2013

TMC Solusi Jitu Mengurangi Hujan di Jakarta

Hercules C-130 TNI AU


Jakarta – Besanya dampak banjir 2013 kali ini memberi pengalaman bagi pemerintah terutama pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk selalu waspada. Hujan yang membawa efek banjir harus segera dicarikan solusi guna tidak terjadi dampak yang lebih buruk di masa yang akan datang. Media masa melaporkan kerugian akibat banjir kali ini banyak menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang tidak sedikit.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama untuk mengatasi hal ini dengan merencanakan “Teknologi Modifikasi Cuaca” (TMC). Kegiatan modifikasi cuaca di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah hujan buatan dikaji dan diuji pertama kali pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof.Dr.Ing. BJ Habibie melalui Advance Teknologi sebagai embrio Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dibawah asistensi Prof. Devakul dari Royal Rainmaking Thailand. Teknologi ini bukanlah hal yang baru karena 60 negara sudah menerapkannya untuk berbagai kepentingan.
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)
Teknologi TMC berfungsi menghambat tumbuhnya awan yang berpotensi menghasilnya hujan yang nantinya bisa mengakibatkan banjir. TMC dilakukan dengan menebarkan garam NaCl di ttik GBG (Ground Based Generator) dengan menggunakan pesawat transport TNI AU satu Hercules C-130 dan tiga pesawat CASA 212-200. Operasi TMC didukung tiga radar hujan dan enam stasiun pos meteorologi di mana Posko Hercules berada di Lanud Halim Perdanakusuma sedangkan tiga Casa berada di lapangan terbang Pondok Cabe.

Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan Rp 13 Miliar Rupiah untuk operasi TMC, diharapkan dan hujan dapat dialihkan ke lau lepas dan debit hujan yang turun hingga minimal 30%. Walaupun demikian kekurangan teknologi ini adalah masalah waktu dan biaya, penyebaran NaCl pada waktu malam tidak akan semaksimal di waktu pagi.

Tidak ada komentar: