01 Februari, 2013

EC ITS : Mobil Electric City Car Inovasi Dari Mahasiswa ITS Surabaya


Electric City Car ITS
Mobil EC ITS (dok. antaranews.com)
Surabaya - Indonesia patut berbangga betapa tidak, baru-baru ini telah diberitakan di media masa bahwa mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS Surabaya mampu membuat mobil listrik dengan konsep City Car.  

Mobil yang diberi nama EC baca “easy” ITS merupakan mobil listrik dengan kapasitas 4 penumpang yang cocok digunakan di daerah perkotaan. Peresmian perdana mobil tersebt juga dihadiri oleh Bapak  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Ir. Mohammad Nuh, DEA yang merupakan mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS Surabaya, merasa bangga akan anak didikannya dapat membuat mobil tersebut.

Menurut Dosen Pembimbing Teknik Mesin ITS Dr. M. Nur Yuniarto, mengatakan riset mobil ini telah dilakukan setahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2011, namun baru terealisasi pada tahun 2012. Perakitannya juga banyak mengambil komponen-komponen yang ada dipasaran seperti lampu dan aksesoris lainnya, akan tetapi terdapat kendala yaitu dari engine dan baterai yang masih diimpor dari luar negeri.

Baterai yang digunakan merupakan jenis Lithium Polymer daya 5 KWh yang dapat menggerakkan motor electric sekitar 20 kilowatt. Mobil dengan cat putih metalik itu memiliki kecepatan berkisar 25 hingga 50 kilometer per jam dan masih akan terus dikembangkan hingga 60 kilometer per jam dengan jarak maksimal 200 kilometer. Berat keseluruhan mobil EC IITS adalah 1.500 kilogram dengan mengguanakan gear single box speed. Mahasiwa Teknik Mesin ITS sudah mampu merancang sistem kontrol mesin “iquteche” yang digunakan mobil berbahan bakar bensin, sehingga kedepannya dapat diintegrasikan dengan mobil EC ITS.

Mengingat dari peristiwa mobil Tucuxi milik Menteri BUMN Dahlan Iskan, Mendikbud Bapak M. Nuh menasehati mahasiswanya untuk tidak melakukan tes di jalan umum sebelum lulus uji Kementerian Perhubungan dan kelengakapan surat-surat dari Kepolisian. Biaya total merancang mobil EC ITS menghabiskan dana sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta.

Diharapkan dari penemuan mobil EC ITS Indonesia mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dan turut mengurangi pemanasan global yang disebabkan emisi CO2 kendaran bermotor.



3 komentar:

ahmad khumaedi mengatakan...

mas, ni mobilnya menggunakan motor dc dengan merek apa ya

ahmad khumaedi mengatakan...

asslam
saya edi dari lampung
mau tanya mas, ni mobil listriknya menggunakan motor dc dengan merek apa ya?

terimakasih

PCGayver mengatakan...

Untuk merk dcnya saya belum tau, mobil ini masih tahap prototipe kemarin terbakar karena ada masalah kelistrikan