23 Februari, 2013

Fungsi Catalytic Converter Kendaraan Bermotor

Catalytic Converter
Catalytic Converter
Meningkatnhya jumlah kedaraan bermotor saat ini berimbas pada kualitas udara yang buruk di daerah perkotaan menuntut pabrikan motor berinovasi, salah satunya adalah catalytic converter yang terdapat pada mobil keluaran saat ini. Alat tersebut diperkenalkan ke publik pada tahun 1975 di Amerika Serikat, kebijakan tersebut sejalan dengan niat EPA dalam mengurangi intensitas pencemaran udara gas buang dikarenakan proses pembakaran kendaraan bermotor.

Alat tersebut terletak di saluran gas buang atau knalpot, terbuat dari stainless steel yang tahan karat di bagian luarnya, untuk bagian dalamnya terdapat katalis yang terbuat dari logam mulia yaitu platinum, rhodium, dan palladium. Mekanisme catalytic converter adalah menstimulasi reaksi kimia gas buang berbahaya pada kendaraan yaitu karbon monoksida, nitrogen monoksida, hidrokarbon menjadi senyawa yang yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Namun penggunaan catalytic converter tidak menjamin seluruh gas buang yang dikeluarkan tidak 100% bersih dari gas buang yang berbahaya, fungsinya hanya mengurangi saja.

Ada dua jenis catalytic converter dipasaran. Tipe universal fit dapat dipilih berdasarkan ukuran yang sesuai kemudian dilas di bagian saluran gas buang. Tipe direct fit merupakan tipe catalytic converter yang hanya menggunakan baut untuk memasangnya di area saluran gas buang. Tipe universal merupakan jenis termurah daripada tipe direct fit, akan tetapi tipe direct fit lebih mudah pemasangannya daripada tipe universal fit.

Catalytic Converter Tipe Universal Fit
Catalytic Converter Tipe Universal Fit
Penggunaan catalytic converter tidak hanya terbatas pada kendaan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, alat tersebut juga  digunakan untuk truk, bis, kereta api, generator, kapan bermotor, dan masih banyak lainnya. Pengguna catalytic converter dianjurkan melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala untuk mengoptimalkan kinerja mesin dan efisiensi bahan bakar, pemeriksaan emisi gas buang kendaraan bermotor juga perlu dilakukan untuk mengetahui apakah catalytic converter harus diganti dengan yang baru.

7 komentar:

adi saputra doankzz mengatakan...

wah thaks sudah berbagi sob..
sangat bermanfaat

#Salam blogger

Dhiyas kn mengatakan...

Untuk mesin apa mas?

PCGayver mengatakan...

mesin 4 tak, diesel engine juga bisa

Anonim mengatakan...

jadi bedanya knalpot yg ada catalic converternya dengan yang 'non' catalic converternya cuma beda dipembuangan emisi gas nya aja tah gan? ga ngaruh ke bahan bakar atau yg lain gtu?

Anonim mengatakan...

dimana bisa beli alat ini boss..tolong konfirmasi ke no 082181349258

Ananda mengatakan...

Maaf mas, apakah semua kendaraan berisi alat ini? Terima kasih atas postingnya yang cukup menarik, dan membantu pengerjaan tugas saya... :)

hamba allah mengatakan...

terima kasih,sangat membantu.