14 Februari, 2013

Sejarah Panjang Penemuan Teknologi Film 3D

Stereoscope
Stereoscope
Jika kita menilik sejarah panjang teknologi 3D, fotografi merupakan awal mula teknologi itu ditemukan. Di tahun 1844 David Brewster menemukan kamera Stereoscope. Penemuan itu merupakan temuan baru pada masanya yang dapat mengambil gambar objek 3D. Kemudian Louis Jules Duboscq mengembangkannya dengan mengambil gambar Ratu Victoria dan mempamerkannya ke publik tahun 1851. Kiprah kamera streospcopic dimulai dengan dimulainya perang dunia ke-II dan menjadi bagian penting dalam dokumentasi perang antara Sekutu dan Jerman.

Kinematascope
Kinematascope
Di tahun 1855 Kinematascope ditemukan sebagai kamera animasi stereo pertama. Kamera tersebut dapat merekam gerak objek 3D. Di tahun 1915 film anaglyph tercipta. Teknologi Anaglyph menggunakan kaca 3D dengan 2 warna lensa yang berbeda. Di tahun 1890 William Friese-Greene, seorang pionir dalam perfilman Inggris, mematenkan penemuanya yaitu proses film 3D. Di tahun 1922 merupakan peluncuran perdana film 3D yaitu “the Power of Love”. Di tahun 1935 merupakan awal mula film berwarna diproduksi.

Di tahun 1950-an, teknologi 3D kemudian berkembang lagi selama beberapa dekade tidak ada penemuan, TV mulai berkembang di setiap rumah tangga di dunia. Di era tersebut TV merupakan sesuatu yang sangat popular dan banyak digemari oleh setiap individu. Sekitar 50 film 3D telah diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Beberapa diantaranya “Bwana Devil, House of Wax, Dial M for Murder” yang kemudian menjadi cikal bakal industri perfilman Hollywood. Tidak hanya Amerika yang sukses memproduksi film 3D, tetapi negara Uni Soviet juga pada tahun 1947 merilis film 3D dengan judul “Robinson Crusoe”.

Di tahun 1970, Allan Silliphant dan Chris Condon mengembangkan Stereovison. Itu merupakan teknologi 3D terbaru dimana 2 gambar digabungkan menjadi slide roll film 35 mm. Teknologi tersebut menggunakan lensa anamorphic yang menghasilkan gambar wide dengan filter polaroid. Film pertama yang dirilis dari teknologi Stereovison andalah film komedi dewasa “The Stewardesses”. Film tersebut dibuat dengan dana sekitar $100,00 USD dan berhasil meraup untung $27 juta di Amerika Utara.

Di awal 1980 banyak sekali beredar film 3D menggunakan Space Vision. Di antara film yang terkenal adalah Amityville 3-D, Friday the 13th Part III, and Jaws 3-D. Di pertengahan 1980, IMAX mulai memproduksi film dokumenter 3D. Teknologi 3D IMAX menghadirkan koreksi matematis pada gambar dan mengurangi kelelahan mata ketika yang banyak terjadi di film 3D sebelumnya. Di 1986 Canada mengembangkan film 3D pertama yang menggunakan Polarized Glass, karya tersebut diberi judul “Echos of the Sun”.

Selama kurun waktu tahun 2000-an, banyak studio film telah menghasilkan film-film 3D, James cameron dengan film “Ghost of the Abyss” di tahun 2003 dengan menggunakan teknologi Reality Camera System. Teknologi tersebut telah menggunakan kamera video HD dengan resolusi tinggi  oleh Vince Pace. Di tahun 2010, channel televisi 3D mulai disiarkan di negara Korea Selatan, diantaranya channel edukasi, sport, dukumenter, musik semuanya di tampilkan secara 3D selama 24 Jam 7 Hari seminggu.

1 komentar:

The Geeks mengatakan...

Terima kasih ya gan udah sharing, thanks kebetulan sedang ada tugas ni hehe tengkyu bacaanya :)