22 Desember, 2013

Sejarah Transfusi Darah

Sejarah Transfusi Darah
Transfusi Darah
Berawal di Perancis tahun 1667, seorang ahli fisika Jean Baptiste Denis melakukan percobaan transfusi darah pertama kali antara hewan dan manusia untuk mengatasi demam yang diderita seorang anak. Percobaan tersebut berhasil akan tetapi pada waktu itu tidak ditemui gejala hemolytic anemia, percobaan kembali dilakukan dengan 3 pasien lainnya akan tetapi untuk pasien yang terakhir berakhir tragis yaitu kematian.

Tahun 1795 untuk pertama kalinya dilakukan transfusi darah antara manusia – manusia oleh Philip Syng Physick seorang pakar fisika di Philadelpia Amerika, tetapi temuan tersebut ditemukan hanya pada catatan medisnya saja tanpa ada publikasi publik. Percobaan transfusi antara manusia – manusia kembali dilakukan oleh James Blundell yaitu dengan melakukan transfusi darah antara suami sebagai donor dan istri sebagai resipien. James Blundel menggunakan metode transfusi tidak langsung dengan menggunakan wadah yang berbentuk mangkuk dan menggunakan prinsip gravitasi untuk menyalurkan ke penerima.

Tipe-tipe darah A, B, O yang kita ketahui saat ini juga merupakan sebuah inovasi dari Karl Landsteiner di tahun 1901. Atas penemuannya itu dia mendapatkan hadiah nobel tahun 1930. Tipe AB ditemukan oleh Alfred von Decastello dan Andriano Sturli yang masih kolga dari Karl Landsteiner. Penemuan teori donor universal untuk tipe O yaitu dimana tipe O dapat mendonorkan darah ke semua tipe ditemukan oleh Dr. Ludvig Hektoen dari Chicago – Amerika pada tahun 1907. Pada tahun 1912, Roger Lee mendemonstrasikan yang disebut resipien universal yaitu tipe AB dimana tipe AB dapat menerima transfusi darah dari seluruh tipe darah A, B, O, dan AB.

Tidak ada komentar: