09 November, 2014

Teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Magnetic resonance imaging atau yang lebih dikenal sebagai MRI merupakan inovasi baru dalam dunia medis abad ke-21. Teknologi ini dapat memvisualkan struktur tubuh manusia bagian dalam. Alat ini juga membantu menafsirkan kondisi tubuh dalam artian luas.

Komponen utama mesin MRI adalah magnet utama dan magnet gradient. Magnet utama terbuat dari kumparan coil yang dialiri listrik yang menghasilkan daya magnet sebesar 1.5 hingga 3 Tesla. Magnet gradient merupakan komponen yang lebih kecil daripada magnet utama, berfungsi mengubah arah medan magnet secara tepat mengenai sasaran. Selain itu juga MRI terdapat kapsul horizontal berfungsi sebagai tempat merebahnya tubuh pasien untuk di lakukan pengujian atau tes. Tetapi dari itu semua komponen terpenting adalah sebuah software dan hardware komputer yang berfungsi memporses data gambar MRI dan melakukan analisa parameter uji.

Teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Scaner MRI berbentuk kubah besar dengan silinder sebagai lintasanya. Pasien yang dites tidur dengan posisi terlentang kemudian masuk ke dalam silinder untuk discan dari ujung kaki hingga kepala tergantung kebutuhan analisanya. Molekul air merupakan komponen terbesar penyusun tubuh manusia. Air terdiri dari 2 atom hidrogen dan satu atom oksigen bereaksi ketika diberi gelombang magnet. Hasil resonansi gelombang magnet menghasilkan frekuensi yang ditangkap scaner dan diubah oleh software menjadi gambar 3 dimensi tubuh kita. Unsur kimia juga ditambahkan kedalam tubuh kita untuk meningkatkan hasil tangkapan kontras gambar MRI, seperti mendeteksi lokasi tumor dan sebagainya.

MRI dapat digunakan disemua lokasi tubuh kita, akan tetapi kebanyakan digunakan untuk menganalisa neurologi, deteksi kanker dan tumor, kelainan pembuluh darah, dan lainya. 
 

Tidak ada komentar: